<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kabamedia</title>
	<atom:link href="http://kabamedia.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kabamedia.com</link>
	<description>Komunikasi Bisnis dan Kebijakan</description>
	<lastBuildDate>Fri, 18 May 2012 08:45:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1.4</generator>
		<item>
		<title>Menulis Ringkas dan Tuntas</title>
		<link>http://kabamedia.com/2012/05/menulis-ringkas-dan-tuntas/</link>
		<comments>http://kabamedia.com/2012/05/menulis-ringkas-dan-tuntas/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 May 2012 09:56:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kabamedia.com/?p=824</guid>
		<description><![CDATA[Menulis bertele-tele membuat pembaca bingung dan tidak mengerti dengan maksud yang akan disampaikan. Untuk memahami pesan yang disampaikan, dalam komunikasi tulis bisnis dan formal pembaca membutuhkan tulisan menulis yang ringkas dan tepat sasaran. Menulis yang ringkas berarti kita menulis  naskah yang mudah dipahami pembaca dalam sekali baca. Umumnya pembaca tidak akan mencermati seluruh naskah yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menulis bertele-tele membuat pembaca bingung dan tidak mengerti dengan maksud yang akan disampaikan. Untuk memahami pesan yang disampaikan, dalam komunikasi tulis bisnis dan formal pembaca membutuhkan tulisan menulis yang ringkas dan tepat sasaran.</p>
<p>Menulis yang ringkas berarti kita menulis  naskah yang mudah dipahami pembaca dalam sekali baca. Umumnya pembaca tidak akan mencermati seluruh naskah yang bertele-tele karena butuh waktu ekstra untuk mencernanya. Alhasil, pembaca malah menangkap makna bias dari tulisan yang dibacanya.</p>
<p>Jika seorang penulis mampu menulis ringkas dan tuntas, itu artinya ia mengerti kebutuhan pembaca dan menghargai waktu mereka. Selain itu, pembaca juga akan memberikan apresiasi positif kepada penulis yang sudah mampu menyampaikan pesan dengan ringkas dan mudah dicerna.</p>
<p>Berikut contoh cara menyampaikan maksud dengan cara bertele-tele. Hal ini sering terjadi pada komunikasi bisnis.</p>
<p><strong>Contoh 1 Menyampaikan Maksud dengan Bertele-tele: </strong></p>
<p><strong><em>Sebelumnya kami ingin meminta maaf sebesar-besarnya kepada bapak dan ibu jika pemberitahuan dari kami mengganggu bapak dan ibu. Kami ingin memberitahukan bahwa utang bapak dan ibu selama dua bulan yaitu Maret dan April 2012 telah mencapai jatuh tempo sebesar Rp. 15.000.000 (lima belas juta rupiah). Oleh sebab  itu, dengan segala hormat kami memohon dengan sangat kesadaran bapak/ ibu untuk segera melunasi utang  tersebut karena perusahaan kami sedang membutuhkan dana cash segera. Jadi jatuh tempo pelunasan utang bapak/ibu pada minggu depan,tepatnya  tanggal 10 April 2012. Kami mohon bapak/ibu segera menindaklanjuti perihal pelunasan utang ini pada kesempatan pertama. Atas perhatian dan partisipasinya kami ucapkan banyak-banyak terima kasih. Salam hormat. </em></strong></p>
<p><strong>Contoh 2 :</strong></p>
<p><strong><em>Dengan hormat,</em></strong></p>
<p><strong><em>Sesuai dengan perjanjian kredit penjualan barang antara PT X dengan PT Y, kami informasikan bahwa pembayaran tagihan kredit Maret dan April 2012 akan jatuh tempo pada 10 April 2012. Dengan ini kami harapkan kesediaan Bapak/Ibu melakukan pelunasan sebesar Rp. 15.000.000 ke no rekening yang tercantum pada surat perjanjian. Atas perhatian dan kerjasamanya kami sampaikan terima kasih. </em></strong></p>
<p>Pada contoh 1 kalimat pertama berisi permintaan maaf yang berlebihan untuk sesuatu yang tidak perlu. Inti dari surat tersebut adalah peringatan pelunasan utang yang sudah jatuh tempo.  Namun, karena terlalu mengedepankan sopan santun, surat ini  menjadi ‘berat’ dan berbelit-belit.</p>
<p>Ada perbedaan yang mendasar antara tulisan yang detail dan tulisan yang bertele-tele. Pada tulisan yang detail, penulis menyampaikan argumen yang memperkuat maksud dengan cara yang pantas. Sementara, pada tulisan yang bertele-tele, penulis menghadirkan kalimat yang tidak perlu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lalu bagaimana caranya menuangkan ide dalam tulisan ringkas? berikut ini ada beberapa tips yang dapat anda praktikkan:</p>
<ol>
<li><strong>Pastikan maksud kita disampaikan langsung (<em>to the point</em>)</strong>. Untuk memastikannya mintalah rekan anda membaca tulisan tersebut. Jika mereka masih perlu konfirmasi maksud tulisan,  artinya naskah anda belum masih sulit dicerna.</li>
<li><strong>Cermati kalimat atau kata-kata yang tidak perlu</strong>. Baca ulang tulisan anda dan rasakan apakah ada yang ambigu, bias, atau berlebihan. Jika ada, jangan ragu menghapusnya.</li>
<li><strong>Cari alternatif kalimat yang lebih ringkas lagi mencari</strong>. Sejauh tidak mengubah makna, kata-kata dalam kalimat sah-sah saja diganti dengan yang lebih ringkas.</li>
<li><strong>Tetap pertahankan sopan santun</strong>. Terkadang tulisan yang bernada langsung terasa kurang sopan.  Buatlah tulisan anda tetap ringkas dengan mempertahankan kesopanan sewajarnya.</li>
<li><strong>Pastikan pembaca memahami maksud anda tanpa klarifikasi</strong>. Minta <em>feed back</em> dari rekan kerja bagian mana yang perlu diperbaiki agar pembaca mendapat kejelasan atas informasi yang kita sampaikan</li>
</ol>
<p><strong> </strong></p>
<p>Yang perlu diingat, menulis ringkas bukan berarti menulis sependek-pendeknya seperti gaya tulisan sms. Singkat tanpa bobot akan menggantungkan makna.  Untuk memenuhi kebutuhan informasi dan menegaskan pesan yang akan disampaikan, jangan lupakan unsur kelengkapan dalam tulisan. Menulis ringkas adalah menulis dengan hemat kata yang menuntaskan maksud pesan. Anda leluasa mengungkapkan pesan, pembaca pun terbebas dari kebingungan.</p>
<p>sumber foto: http://img.ehowcdn.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kabamedia.com/2012/05/menulis-ringkas-dan-tuntas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bercerita, Obat Mujarab bagi yang Sulit Menulis.</title>
		<link>http://kabamedia.com/2012/05/bercerita-obat-mujarab-bagi-yang-sulit-menulis/</link>
		<comments>http://kabamedia.com/2012/05/bercerita-obat-mujarab-bagi-yang-sulit-menulis/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 May 2012 06:41:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kabamedia.com/?p=776</guid>
		<description><![CDATA[Pernahkah anda mengalami kebuntuan di depan komputer? Atau merobek kertas berkali-kali di kala kita salah menulis?  ‘Penyakit’ yang kita alami saat memulai proses menulis adalah terlalu sibuk menulis sambil mengedit. Akhirnya, jika kita diminta menulis dengan tenggat waktu yang ditentukan, alhasil sampai waktu berakhir tulisan kita belum jadi atau bahkan tidak sama sekali. Namun, bagaimana [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong> </strong></p>
<p>Pernahkah anda<span style="text-decoration: line-through"> </span>mengalami kebuntuan di depan komputer? Atau merobek kertas berkali-kali di kala kita salah menulis?  ‘Penyakit’ yang kita alami saat memulai proses menulis adalah terlalu sibuk menulis sambil mengedit. Akhirnya, jika kita diminta menulis dengan tenggat waktu yang ditentukan, alhasil sampai waktu berakhir tulisan kita belum jadi atau bahkan tidak sama sekali.</p>
<p>Namun, bagaimana kalau kita ditanya oleh seorang teman tentang cerita atau pengalaman hari ini? Tanpa berpikir banyak, aliran kata-kata begitu lancar keluar dari mulut kita dan teman kita menyimak dengan baik. Ketika bercerita, tidak pernah ada kata-kata yang diedit atau dikurangi, tetapi kita menambahnya dengan sedikit drama dan gaya ekspresif, cerita jadi lebih seru dan hidup.</p>
<p>Nah, sebelum menulis, coba lakukan ‘pemanasan’ dengan bercerita. Teknik bercerita ini disebut storytelling yang dapat  merangsang stimulus ide dalam pikiran anda. Selain berguna bagi yang sedang mengalami kebuntuan, teknik ini juga tahap awal yang baik bagi penulis pemula.</p>
<p>Bagaimana caranya melakukan teknik ini?</p>
<ol>
<li> <strong>Mengingat kembali cerita yang menarik</strong>. Tarik nafas, ambil waktu sekitar 20 detik untuk mengingat-ingat cerita-cerita menarik bagi anda. Cerita menarik tidak mesti yang menyenangkan tetapi boleh jadi lucu, konyol, sedih, atau menjengkelkan. Sumbernya tidak hanya pengalaman pribadi saja, bisa pengalaman teman, orang yang tidak anda kenal, buku yang dibaca, atau apapun.</li>
<li><strong>Ajak teman sebagai pendengar</strong>. Supaya lebih afdol, ajaklah teman atau rekan kerja  untuk mendengarkan cerita menarik dari anda. Berceritalah mengalir seperti biasa dan perhatikan respon teman anda. Fungsi teman tidak hanya sekedar mendengarkan, tapi anda dapat mengecek kemampuan anda menyampaikan cerita. Jika tidak ada orang lain di sekitar anda, gunakan perekam atau <em>recorder</em>, setelah selesai, putar ulang rekaman tersebut.</li>
<li><strong>Lakukan wawancara atau diskusi kecil</strong>. Kalau anda mengharapkan arah yang lebih jelas untuk memetakan ide, ajak lawan bicara bertukar pikiran mengenai sesuatu yang sebelumnya ia ceritakan atau anda tanyakan. <em>Feedback</em> yang didapat  akan berguna sebagai ide tulisan. Ini salah satu cara yang mudah dengan meminjam logika berpikir lawan bicara kita.</li>
<li><strong><em>Printing</em></strong>: Kelanjutan dari proses ini dinamakan <em>printing</em>, menulis mengalir seperti mencetak cerita kita sendiri. Lakukan terus tanpa harus merasa takut salah. Jangan ragu dengan susunan kalimat atau kata yang masih kacau. Tuliskan saja apa yang ada dalam pikiran, atau yang terucap.</li>
<li><strong><em>Editing</em></strong>: Porsi editing dilakukan setelah proses di atas selesai. Dalam proses editing inilah proses menyunting dan mengoreksi tulisan dilakukan seksama. Bagaimana pun akan sangat sulit mengedit tulisan sendiri. Jadi mintalah bantuan editor untuk mengedit tulisan anda, lalu  diskusikan apa yang dibutuhkan demi  perubahan ke depannya. Sehebat apapun penulis masih membutuhkan bantuan editor dan koreksi berulang agar tersaji tulisan yang layak.</li>
</ol>
<p>Melalui proses <em>storytelling </em>di atas kita dapat merasakan perbedaannya ‘mencetak’ ide tanpa edit dengan mengoreksi tulisan yang belum matang. Keberhasilan kita dalam bercerita akan memberikan peluang lebih luas untuk menguraikan benang-benang pemikiran dan ide secara lugas. Mulai saat ini biasakan menulis sebagaimana bercerita. Beranikan diri kita menulis, bebaskan cerita mengalir apa adanya. Jadi tunggu apalagi?</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>sumber foto: www.writersstore.com</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kabamedia.com/2012/05/bercerita-obat-mujarab-bagi-yang-sulit-menulis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sisi Kreativitas dalam Menulis Laporan</title>
		<link>http://kabamedia.com/2012/04/sisi-kreativitas-dalam-menulis-laporan/</link>
		<comments>http://kabamedia.com/2012/04/sisi-kreativitas-dalam-menulis-laporan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Apr 2012 07:40:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kabamedia.com/?p=767</guid>
		<description><![CDATA[Kreativitas tidak hanya penting untuk berkesenian, namun kreativitas juga sah digunakan dalam lingkup bidang formal. Setelah mengamati beberapa pelatihan penulisan laporan, terhimpun beberapa kendala yang bermuara pada kekakuan isi sebuah laporan. Selama ini laporan-laporan yang ada kurang menjadi perhatian karena isinya yang terlampau formal dan monoton. Tak jarang laporan hanya menjadi seonggok berkas yang memenuhi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Kreativitas tidak hanya penting untuk berkesenian, namun kreativitas juga sah digunakan dalam lingkup bidang formal. Setelah mengamati beberapa pelatihan penulisan laporan, terhimpun beberapa kendala yang bermuara pada kekakuan isi sebuah laporan. Selama ini laporan-laporan yang ada kurang menjadi perhatian karena isinya yang terlampau formal dan monoton. Tak jarang laporan hanya menjadi seonggok berkas yang memenuhi administrasi. Padahal, fungsi laporan lebih dari sekedar pertanggungjawaban dan dokumentasi seluruh kegiatan, dan ia menjadi referensi penting bagi pengambilan keputusan di masa depan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Saat ini gaya menulis laporan instansi dan korporasi mengalami pergeseran. Hal ini sebagai strategi jitu agar penyajian laporan lebih ramah tanpa mengurangi fungsi dan isinya. Dalam salah satu sesi In-House Training Menulis Laporan Efektif Bank Indonesia akhir Maret lalu, Irfan Khosirun selaku pemateri mengulas pentingnya memadukan unsur kreatif saat menyusun laporan. Kreativitas terletak pada saat menggunakan bahasa dalam kalimat-kalimat dan penyajian <span> </span>gambar, salah satunya info grafik. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN"></p>
<div id="attachment_770" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://kabamedia.com/wp-content/uploads/2012/04/creativityletters_friendskorner.com_.jpg"><img class="size-medium wp-image-770" src="http://kabamedia.com/wp-content/uploads/2012/04/creativityletters_friendskorner.com_-300x300.jpg" alt="" width="300" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">sumber: http://www.friendskorner.com/</p></div>
<p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Perihal penggunaan gaya bahasa dalam menulis laporan berbeda dengan gaya tulisan kreatif. </span><span>Biasanya </span><span lang="IN">laporan yang kita kenal selama ini terlalu banyak menumpahkan ide dalam kalimat yang panjang. Mengkreasikan gaya bahasa dalam kalimat tidak lantas mengabaikan esensi sebuah laporan. “Yang jelas tidak menyalahi prinsip bahasa lugas, menjangkau kebutuhan pembaca dengan menekankan berbagai informasi penting, laporan berbahasa lugas akan lebih menghemat waktu, halaman, dan biaya,” demikian pemateri menambahkan. Laporan membuat kita meningkatkan kemampuan berkomunikasi jernih dan meningkatkan kredibilitas atas kondisi tertentu. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Seperti disinggung di atas, dalam laporan tidak dilarang menampilkan aplikasi gambar dengan warna-warna menarik. Namun, tampilan desain dalam laporan tetap harus dalam jalur gaya penyajian laporan. Fungsi gambar dan desain di sini untuk memudahkan penjelasan dan mendukung data-data, termasuk data-data angka. Selama ini laporan yang berisi data angka hanya ditampilkan dalam bentuk tab</span><span>el, grafik, atau</span> <span lang="IN">diagram yang</span><span> bentuknya ‘standar’. Namun, tidak semua pembaca mengerti tabel dan data angka. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Untuk memenuhi kebutuhan dan kondisi pembaca, data angka, grafik dan tabel dapat dikreasikan lewat bentuk dan warna. kita dapat menggunakan <em>software </em>atau<em> tools</em> khusus yang dapat mengolah gambar seperti Corel Draw, PhotoShop, atau In-Design untuk memaksimalkan <em>effort</em> dalam <span> </span>memberikan performa terbaik kepada pembaca. Sisi Kreativitas menghidupkan makna dari data yang akan kita sampaikan.<span> </span>Biarkan makna dan pesan itu berbicara sesuai dengan kebutuhan pembaca.<span> </span></span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="line-height: 115%"><span>Sebagai contoh, kita akan menunjukkan komposisi pegawai perusahaan dari<span> </span>jenis kelamin, usia, dan jabatan dari tahun ke tahun. Biasanya hanya ditampilkan berupa tabel dan diagram yang terpisah, tapi sentuhan kreativitas membuatnya dapat menyatukan detail info yang akan disajikan. <span> </span>Kreativitas memberikan kemudahan untuk memahami, menegaskan makna, dan menyederhanakan pesan. <span> </span></span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="line-height: 115%"><span> </span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="line-height: 115%"><span>Standar bahasa lugas menjadikan laporan lebih sederhana dan mudah dimengerti, serta terbuka terhadap unsur kreativitas. Jadi, kita tidak perlu takut berkreasi, justru dengan memadukan kreativitas laporan mampu menguatkan makna terhadap pembaca.</span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="line-height: 115%"><span lang="IN"> </span></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kabamedia.com/2012/04/sisi-kreativitas-dalam-menulis-laporan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menulis Laporan yang Efektif &#8211; Juni 2012</title>
		<link>http://kabamedia.com/2012/04/menulis-laporan-yang-efektif-juni2012/</link>
		<comments>http://kabamedia.com/2012/04/menulis-laporan-yang-efektif-juni2012/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Apr 2012 05:39:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kabamedia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Events]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kabamedia.com/?p=692</guid>
		<description><![CDATA[Mengapa sulit sekali menulis laporan? Dan bagaimana cara menulis laporan yang efektif? Pertanyaan ini kerap menghantui kita sehingga menulis laporan, yang notabene adalah pekerjaan rutin, justru menjadi pekerjaan yang paling dihindari banyak orang. Laporan seringkali hanya sekedar menjadi setumpuk dokumen tebal dan tersimpan di gudang. Padahal, laporan adalah sarana dokumentasi terbaik untuk merekam apa yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mengapa sulit sekali menulis  laporan? Dan bagaimana cara menulis laporan yang efektif? Pertanyaan ini  kerap menghantui kita sehingga menulis laporan, yang notabene adalah  pekerjaan rutin, justru menjadi pekerjaan yang paling dihindari banyak  orang.</p>
<p>Laporan seringkali hanya sekedar menjadi setumpuk dokumen tebal dan  tersimpan di gudang. Padahal, laporan adalah sarana dokumentasi terbaik  untuk merekam apa yang telah dilakukan dan sejauh mana pencapaian yang  telah diraih. Dalam menulis laporan kita sering tergoda menulis seluruh  bahan yang ada sehingga laporan menjadi penuh dan bersesak-sesak dengan  data.</p>
<p>Laporan yang memuat informasi komprehensif dan penuh detail terkadang  malah membuat pembaca kesulitan mencernanya. Apalagi bila disampaikan  dengan bahasa yang penuh istilah teknis. Karena itulah, penting sekali  menyusun sebuah laporan yang bersifat populer.</p>
<p>Mengingat pentingnya laporan dalam bahasa populer ini, pemerintah di  negara-negara maju sudah menganjurkan agar instansi pemerintah  memproduksi laporan yang mudah dipahami. Tujuannya agar pembaca yang  tidak begitu paham akan kedalaman detail tetap bisa mendapat gambaran  utuh mengenai hal-hal yang dilaporkan.</p>
<h4><strong>Manfaat</strong></h4>
<ul>
<li>Meningkatkan kemampuan memproduksi laporan rutin maupun tahunan.</li>
<li>Dapat membuat laporan dengan informasi yang komprehensif dan kontekstual.</li>
<li>Dapat menyajikan laporan dalam format populer.</li>
<li>Meningkatkan keterbacaan laporan dengan penyajian yang lebih efektif.</li>
</ul>
<h4><strong>Peserta</strong></h4>
<p>Pegawai yang bertanggung jawab menulis laporan untuk kepentingan instansi/perusahaan.</p>
<h4><strong>Jadwal</strong></h4>
<p>28-29 Juni 2012 | 17-18 Juli 2012, pukul 09.00 – 16.00 WIB</p>
<h4><strong>Tempat</strong></h4>
<p><a href="http://www.grandsetiabudihotel.com">Hotel Grand Setiabudhi – Bandung.</a><br />
Jl. Dr. Setiabudhi No. 130-134 Bandung.</p>
<h4><strong>Biaya</strong></h4>
<p>Biaya program ini sebesar Rp. 2.700.000.</p>
<p>Catatan: tidak termasuk akomodasi &amp; penginapan peserta</p>
<h4><strong>Materi yang Akan Disampaikan</strong></h4>
<ol>
<li>Menulis Laporan Menggunakan Prinsip Bahasa Lugas.</li>
<li>Merencanakan Laporan &amp; Menyiapkan Data.</li>
<li>Teknik Menulis Laporan.</li>
<li>Memperbaiki Laporan: Review &amp; Editing.</li>
</ol>
<a href='http://www.kabamedia.com/training/support/form-pendaftaran/' class='small-button smallblue'><span>DAFTAR</span></a>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kabamedia.com/2012/04/menulis-laporan-yang-efektif-juni2012/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menulis Konten Website &#8211; Juni 2012</title>
		<link>http://kabamedia.com/2012/04/menulis-konten-website-jui2012/</link>
		<comments>http://kabamedia.com/2012/04/menulis-konten-website-jui2012/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Apr 2012 05:18:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kabamedia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Events]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kabamedia.com/?p=684</guid>
		<description><![CDATA[Website menjadi sumber berita instan yang paling layak dipercaya. Sebab, informasi yang tercantum pada website resmi dianggap mewakili organisasi. Website juga menjadi sarana komunikasi yang efektif dengan seluruh stakeholder. Selain itu, media pun selalu menuju website resmi sebuah instansi/perusahaan sebelum merancang peliputan dan pemberitaan. Begitu pentingnya mengawal konten website sehingga harus menjadi salah satu strategi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Website menjadi sumber berita instan yang paling layak dipercaya.  Sebab, informasi yang tercantum pada website resmi dianggap mewakili  organisasi. Website juga menjadi sarana komunikasi yang efektif dengan  seluruh stakeholder. Selain itu, media pun selalu menuju website resmi  sebuah instansi/perusahaan sebelum merancang peliputan dan pemberitaan.  Begitu pentingnya mengawal konten website sehingga harus menjadi salah  satu strategi komunikasi yang paling diandalkan. Apalagi saat ini, akses  internet sudah memasyarakat.</p>
<p>Selain menjadi sumber utama, website juga setiap hari diindex oleh  mesin-mesin pencari. Menyusun konten website agar bersahabat dengan  mesin pencari adalah hal yang penting untuk dikuasai.</p>
<p>Kami merancang workshop sehari bagi Anda yang berminat meningkatkan  keterampilan menulis konten website. Menulis konten website memiliki  kekhasan tersendiri sehingga peserta akan mendapat pengalaman bagaimana  cara menulis berita dan informasi khusus untuk keperluan website.</p>
<p>.</p>
<h4><strong>Manfaat</strong></h4>
<ul>
<li>Dapat menulis berita dan informasi untuk publikasi website.</li>
<li>Dapat memproduksi informasi yang bernilai berita tinggi dan bersahabat dengan <em>search engine</em>.</li>
<li>Mengetahui etika menulis konten website.</li>
</ul>
<h4><strong>Peserta</strong></h4>
<p>Humas, webmaster atau administrator website.</p>
<h4><strong>Jadwal</strong></h4>
<p>27 Mei 2012, 09.00 – 16.00 WIB selama satu hari</p>
<h4><strong>Tempat</strong></h4>
<p><a href="http://www.grandsetiabudihotel.com">Hotel Grand Setiabudhi – Bandung.</a><br />
Jl. Dr. Setiabudhi No. 130-134 Bandung.</p>
<h4><strong>Biaya</strong></h4>
<p>Biaya program ini sebesar Rp. 1.700.000.</p>
<p>Catatan: tidak termasuk akomodasi &amp; penginapan peserta</p>
<h4><strong>Materi yang Akan Disampaikan</strong></h4>
<ol>
<li>Merancang Konten Website.</li>
<li>Teknik dan Prinsip Menulis Website</li>
<li>Praktik Menulis Berita dan Artikel yang Bersahabat dengan Search Engine.</li>
</ol>
<a href='http://www.kabamedia.com/training/support/form-pendaftaran/' class='small-button smallblue'><span>DAFTAR</span></a>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kabamedia.com/2012/04/menulis-konten-website-jui2012/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pelatihan intelektual Publik &#8211; Juni 2012</title>
		<link>http://kabamedia.com/2012/04/pelatihan-intelektual-publik-juni2012/</link>
		<comments>http://kabamedia.com/2012/04/pelatihan-intelektual-publik-juni2012/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Apr 2012 04:45:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kabamedia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Events]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kabamedia.com/?p=678</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai kaum intelektual dan profesional, anda tentunya kaya akan gagasan dan pengetahuan mendalam pada bidang keahlian anda. Namun tak jarang kita justru menemui kesulitan ketika harus menulis untuk konsumsi publik. Ini merupakan indikator bahwa anda harus meningkatkan kemampuan menulis dengan bahasa populer. Program Pelatihan Intelektual Publik “Menulis Artikel Opini &#38; Ilmiah Populer” hadir untuk membantu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai kaum intelektual dan profesional, anda tentunya kaya akan  gagasan dan pengetahuan mendalam pada bidang keahlian anda. Namun tak  jarang kita justru menemui kesulitan ketika harus menulis untuk konsumsi  publik. Ini merupakan indikator bahwa anda harus meningkatkan kemampuan  menulis dengan bahasa populer.</p>
<p>Program Pelatihan Intelektual Publik “Menulis Artikel Opini &amp;  Ilmiah Populer” hadir untuk membantu mengasah keterampilan menulis anda.  Disini anda akan dipandu untuk menyajikan gagasan ke ruang publik.</p>
<p><strong>Manfaat</strong></p>
<div>
<ul>
<li>Meningkatkan kemampuan menulis dan membuka kesadaran akan pentingnya posisi sebagai intelektual.</li>
<li>Mampu menulis artikel opini &amp; ilmiah populer dengan bahasa yang mengalir, lugas dan tepat sasaran</li>
</ul>
</div>
<div><strong>Peserta</strong></div>
<div>
<ul>
<li>Pimpinan</li>
<li>Kepala Bagian</li>
<li>Manajer Humas</li>
<li>Profesional</li>
</ul>
</div>
<div><strong>Jadwal</strong></div>
<div>31Mei-1 Juni 2012 | 19-20 Juli 2012, pukul 09.00 – 16.00 WIB</div>
<div><strong>Tempat</strong></div>
<p><a href="http://www.grandsetiabudihotel.com">Hotel Grand Setiabudhi – Bandung.</a><br />
Jl. Dr. Setiabudhi No. 130-134 Bandung.</p>
<p><strong>Biaya</strong></p>
<p>Biaya program ini sebesar Rp. 2.700.000.</p>
<p>Catatan: tidak termasuk akomodasi &amp; penginapan peserta</p>
<p><strong>Silabus</strong></p>
<ol>
<li>Filosofi Intelektual Publik, Opini dan Media.</li>
<li>Strategi <em>Pre-Writing</em>.</li>
<li>Teknik Menulis.</li>
<li>Menyunting dan Mengemas Naskah.</li>
</ol>
<a href='http://www.kabamedia.com/training/support/form-pendaftaran/' class='small-button smallblue'><span>DAFTAR</span></a>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kabamedia.com/2012/04/pelatihan-intelektual-publik-juni2012/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menulis Artikel Populer &#8211; Juni 2012</title>
		<link>http://kabamedia.com/2012/04/menulisartikelpopuler-juni2012/</link>
		<comments>http://kabamedia.com/2012/04/menulisartikelpopuler-juni2012/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Apr 2012 04:14:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kabamedia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Events]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kabamedia.com/?p=666</guid>
		<description><![CDATA[Bila anda ingin lebih mendalami teknik menulis artikel yang “enak dibaca” sehingga mampu mempengaruhi pembaca melalui pembentukan opini publik, dan jika anda menginginkan tulisan tersebut layak muat di media massa, workshop ini sangat tepat anda ikuti. Selama tiga hari anda akan dipandu menghasilkan tulisan yang berkualitas, substansif dan dapat dikonsumsi oleh semua kalangan pembaca. Tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bila anda ingin lebih mendalami  teknik menulis artikel yang “enak dibaca” sehingga mampu mempengaruhi  pembaca melalui pembentukan opini publik, dan jika anda menginginkan  tulisan tersebut layak muat di media massa, workshop ini sangat tepat  anda ikuti.</p>
<p>Selama tiga hari anda akan dipandu menghasilkan tulisan yang  berkualitas, substansif dan dapat dikonsumsi oleh semua kalangan  pembaca. Tidak hanya itu, dalam workshop ini anda akan dibantu  menghasilkan tulisan yang mampu membentuk opini atas <em>current issue</em> yang sedang berkembang.</p>
<p>Pelatihan ini disusun khusus bagi anda yang terbiasa menulis dan ingin meningkatkan kemampuannya ke tingkat lebih lanjut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h4><strong>Manfaat</strong></h4>
<ul>
<li>Menguasai keterampilan menghasilkan tulisan yang fokus,<br />
kuat, hidup dan layak muat di media massa.</li>
<li>Mengasah kemampuan menulis dalam rangka pembentukan opini.</li>
<li>Menghasilkan artikel yang berbobot, tapi tetap renyah dibaca.</li>
</ul>
<h4><strong>Peserta</strong></h4>
<p>Pegawai yang terbiasa menulis untuk kepentingan instansi atau perusahaan.</p>
<h4><strong> </strong></h4>
<p>13-15 Juni 2012| 11-13 Juli 2012, pukul 09.00 – 16.00 WIB</p>
<h4><strong>Tempat</strong></h4>
<p><a href="http://www.grandsetiabudihotel.com">Hotel Grand Setiabudhi – Bandung.</a></p>
<p>Jl. Dr. Setiabudhi No. 130-134 Bandung.</p>
<h4><strong>Biaya</strong></h4>
<p>Biaya program ini sebesar Rp. 3.700.000.</p>
<p>Catatan: tidak termasuk akomodasi &amp; penginapan peserta</p>
<h4><strong>Materi yang Akan Disampaikan</strong></h4>
<ol>
<li>Menulis Artikel Opini dan Ilmiah Populer.</li>
<li>Strategi Merancang Tulisan &amp; Menyiapkan Data.</li>
<li>Teknik Menulis Deskriptif &amp; Naratif.</li>
<li>Praktik Menulis.</li>
<li>Menyunting dan Mengemas Naskah.</li>
<li>Praktik Menyunting dan Mengemas Naskah.</li>
</ol>
<a href='http://www.kabamedia.com/training/support/form-pendaftaran/' class='small-button smallblue'><span>DAFTAR</span></a>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kabamedia.com/2012/04/menulisartikelpopuler-juni2012/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Desain Publikasi &#8211; Juni 2012</title>
		<link>http://kabamedia.com/2012/04/desain-publikasi-juni2012/</link>
		<comments>http://kabamedia.com/2012/04/desain-publikasi-juni2012/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Apr 2012 03:51:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kabamedia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Events]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kabamedia.com/?p=659</guid>
		<description><![CDATA[Tampil dengan desain yang seadanya dapat menurunkan kualitas majalah yang kita terbitkan. Sebab, pembaca menjatuhkan penilaian visual saat pertama kali melihat majalah. Meskipun kualitas konten majalah sudah baik, jika tampilan visual majalah belum dioptimalkan maka kualitas majalah secara keseluruhan akan turun di mata pembaca. Tampilan visual majalah tidak sekedar mengatur tata letak semata, melainkan bagaimana [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tampil dengan desain yang seadanya dapat menurunkan kualitas majalah  yang kita terbitkan. Sebab, pembaca menjatuhkan penilaian visual saat  pertama kali melihat majalah. Meskipun kualitas konten majalah sudah  baik, jika tampilan visual majalah belum dioptimalkan maka kualitas  majalah secara keseluruhan akan turun di mata pembaca.</p>
<p>Tampilan visual majalah tidak sekedar mengatur tata letak semata,  melainkan bagaimana menyelaraskan maksud konten dengan bantuan desain  yang tepat. Karena itu kami mendesain workshop mendesain media. Pada  program ini anda akan dipandu mendesain media sampai menghasilkan sebuah  desain yang utuh. Dengan demikian dapat meningkatkan kemampuan para  desainer anda untuk memproduksi majalah yang lebih berkualitas.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h4><strong>Manfaat</strong></h4>
<ul>
<li>Meningkatkan kemampuan mendesain dan melayout media cetak.</li>
<li>Memperbaiki tampilan visual media.</li>
</ul>
<h4><strong>Peserta</strong></h4>
<ul>
<li>Layouter</li>
<li>Desainer</li>
<li>dll</li>
</ul>
<h4><strong>Jadwal</strong></h4>
<p>Kegiatan berlangsung pada pukul 09.00 – 16.00 WIB selama tiga hari. Tanggal 20-22 Juni 2012</p>
<h4><strong>Tempat</strong></h4>
<p><a href="http://www.grandsetiabudihotel.com" target="_blank">Hotel Grand Setiabudhi – Bandung.</a><br />
Jl.Dr. Setiabudhi No. 130-134 Bandung.</p>
<h4><strong>Biaya</strong></h4>
<p>Biaya program ini sebesar Rp. 3.700.000.<br />
Catatan: tidak termasuk akomodasi &amp; penginapan peserta</p>
<h4><strong>Silabus</strong></h4>
<ol>
<li>Prinsip Desain Media</li>
<li>Elemen Desain dan Layout Media</li>
<li>Menggunakan Perangkat Lunak Desain dan Layout</li>
<li>Praktik Mendesain dan Layout Majalah</li>
<li>Pengetahuan Percetakan</li>
</ol>
<div>
<div>
<div>
<div>
<div>
<div>
<a href='http://www.kabamedia.com/training/support/form-pendaftaran/' class='small-button smallblue'><span>DAFTAR</span></a>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kabamedia.com/2012/04/desain-publikasi-juni2012/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tiga Panduan Menulis Profesional</title>
		<link>http://kabamedia.com/2012/04/tiga-panduan-menulis-profesional/</link>
		<comments>http://kabamedia.com/2012/04/tiga-panduan-menulis-profesional/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Apr 2012 09:59:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kabamedia.com/?p=655</guid>
		<description><![CDATA[Lisa, seorang pegawai pemerintah terlihat bingung saat mendapat tugas menulis naskah yang akan ditujukan untuk pembaca publik. Tulisan itu seharusnya tampil populer, tetapi Lisa malah menghasilkan tulisan yang kaku dan bernada formal. Lisa tidak sendiri. Hal yang sama sering dialami oleh mereka yang sehari-hari berhadapan dengan  situasi yang formal.  Problem mulai terasa ketika kita harus [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Lisa, seorang pegawai pemerintah terlihat bingung saat mendapat tugas menulis naskah yang akan ditujukan untuk pembaca publik. Tulisan itu seharusnya tampil populer, tetapi Lisa malah menghasilkan tulisan yang kaku dan bernada formal.</p>
<p>Lisa tidak sendiri. Hal yang sama sering dialami oleh mereka yang sehari-hari berhadapan dengan  situasi yang formal.  Problem mulai terasa ketika kita harus memperluas target pembaca, dari pembaca yang terbatas ke publik.</p>
<p>Dalam konteks komunikasi, bagaimana menyampaikan pesan bergantung pada siapa penerima pesan yang kita sampaikan. Pesan harus ditempatkan pada konteks yang tepat. Kita tidak mungkin berbicara dengan bahasa gaul kepada direktur. Begitu pula sebaliknya, berbahasa formal dengan sahabat dekat akan terasa kaku.</p>
<p><strong>Lalu bagaimana solusinya?</strong></p>
<p>Dalam penulisan profesional, terdapat tiga jenis standar  penulisan  yang dapat kita adopsi  sesuai kebutuhan menulis, yaitu standar untuk tulisan: jurnalistik, bisnis, dan pemerintahan. Amerika membedakan standar penulisan ketiga bidang tersebut untuk membantu para penulis menentukan gaya tulisan yang tepat. Selain ketiga bidang tadi, sebenarnya masih ada standar pada bidang lain seperti, Kimia, Matematika, Psikologi, Biologi, Kedokteran, Bahasa, dan Geologi.</p>
<p>Anda dapat memperoleh standar penulisan untuk ketiga bidang tersebut secara gratis. Berikut review masing-masing standar yang dapat anda gunakan sesuai konteks dan jenis tulisan anda.</p>
<div id="attachment_652" class="wp-caption aligncenter" style="width: 200px"><a href="http://kabamedia.com/wp-content/uploads/2012/04/AP_stylebook_cover_bucks.edu_.jpg"><img class="size-medium wp-image-652" src="http://kabamedia.com/wp-content/uploads/2012/04/AP_stylebook_cover_bucks.edu_-190x300.jpg" alt="" width="190" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">standar menulis jurnalistik</p></div>
<p>Standar tulisan <strong>jurnalistik</strong> dituangkan dalam buku <strong><em>The Associated Press Stylebook and Libel Manual (Reading, M.A: Addison-Wesley Publishing Company, 1992)</em></strong>. Buku ini relevan bagi para jurnalis, editor, dan insan media lainnya. Standar ini dapat Anda gunakan untuk menulis artikel, berita, feature, kolom dan produk tulisan lainnya  yang ditujukan kepada pembaca publik.</p>
<div id="attachment_653" class="wp-caption aligncenter" style="width: 210px"><a href="http://kabamedia.com/wp-content/uploads/2012/04/chicago-style_library.gwu_.edu_.jpeg"><img class="size-medium wp-image-653" src="http://kabamedia.com/wp-content/uploads/2012/04/chicago-style_library.gwu_.edu_-200x300.jpg" alt="" width="200" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">standar menulis bisnis</p></div>
<p>Bagi anda yang sering menulis untuk keperluan bisnis, silakan adopsi standar tulisan bidang bisnis yang berjudul <strong><em>The Chicago Manual of Style, 15<sup>th</sup> ed. (Chicago: The University of Chicago Press, 2003).</em></strong> Gaya tulisan yang mengacu kepada buku ini juga tepat untuk tulisan-tulisan akademik.</p>
<div id="attachment_654" class="wp-caption aligncenter" style="width: 201px"><a href="http://kabamedia.com/wp-content/uploads/2012/04/Government-style-guide_govbooktalk.gpo_.gov_.jpg"><img class="size-medium wp-image-654" src="http://kabamedia.com/wp-content/uploads/2012/04/Government-style-guide_govbooktalk.gpo_.gov_-191x300.jpg" alt="" width="191" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">standar menulis pemerintah</p></div>
<p>Nah… jika anda menulis dokumen-dokumen bidang pemerintahan, standar yang tepat untuk dirujuk adalah <strong><em>The United States Government Printing Office Style Manual, 29<sup>th</sup> ed. (Washington, D.C.:U.S Government Printing Office, 2000).</em></strong> Buku ini membahas mengenai gaya khas tulisan pemerintah dan panduan teknisnya.</p>
<p>Ketiga standar tersebut tidak membahas bagaimana proses menghasilkan naskah yang baik, melainkan memberikan batasan-batasan teknis sesuai bidangnya. Pada artikel lain kami akan bahas standar tersebut satu per satu.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kabamedia.com/2012/04/tiga-panduan-menulis-profesional/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bebaskan Diri Anda dari Mitos Negatif Seputar Menulis (Bagian 2)</title>
		<link>http://kabamedia.com/2012/03/bebaskan-dari-mitos-menulis-bag2/</link>
		<comments>http://kabamedia.com/2012/03/bebaskan-dari-mitos-menulis-bag2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Mar 2012 03:10:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kabamedia.com/?p=631</guid>
		<description><![CDATA[Pada bagian pertama dibahas lima mitos menulis, terutama pada tahap-tahap awal. Bagian kedua kita membahas bagaimana mengontrol ide sampai aplikasinya dalam bentuk tulisan. Biasanya dalam permulaan menulis, banyak ide yang muncul. Akan tetapi, ide yang mengalir dan kemampuan anda menuliskannya ada kalanya kurang sinkron. Penyebabnya adalah karena apa yang ada dalam pikiran anda lebih ‘liar’ [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada bagian <a title="Bebaskan Diri Anda dari Mitos Negatif Seputar Menulis (Bagian 1)" href="http://kabamedia.com/2012/03/bebaskan-dari-mitos-menulis-bag1/">pertama</a> dibahas lima mitos menulis, terutama pada tahap-tahap awal. Bagian kedua kita membahas bagaimana mengontrol ide sampai aplikasinya dalam bentuk tulisan. Biasanya dalam permulaan menulis, banyak ide yang muncul. Akan tetapi, ide yang mengalir dan kemampuan anda menuliskannya ada kalanya kurang sinkron. Penyebabnya adalah karena apa yang ada dalam pikiran anda lebih ‘liar’ daripada kemampuan mengungkapkannya.</p>
<p>Berikut mitos-mitos seputar menulis yang perlu anda ketahui dan bagaimana mengatasinya:</p>
<p><strong>Mitos 6:</strong> <strong><em>Untuk</em></strong> <strong><em>mengendalikan tulisa</em></strong><strong><em>n, kita harus</em></strong><strong><em> mengoreksi setiap ide yang muncul sebelum </em></strong><strong><em>di</em></strong><strong><em>tuliskan</em></strong></p>
<p><strong>Kenyataannya:</strong></p>
<p>Begitu ide-ide anda mengalir, tuliskan saja tanpa memperdulikan apakah ide tersebut layak atau tidak layak, baik atau buruk, sopan atau tidak, dan berbagai bentuk penghakiman atas ide. Pada naskah awal tulisan sangat lazim ditemui banyak kesalahan. Hal ini wajar karena naskah awal adalah terjemahan dari ide yang sifatnya tidak linier, padahal pada komunikasi tulis kita dituntut menyampaikan ide dengan tatanan yang rapi. Perbaikan dari kesalahan-kesalahan tersebut kita lakukan setelah seluruh ide selesai dituangkan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Mitos 7:</strong> <strong><em>Pada dokumen bisnis dan dokumen resmi kita harus menulis dengan kalimat yang panjang</em></strong>.</p>
<p><strong>Kenyataannya:</strong></p>
<p>Tulisan yang disajikan dengan kalimat yang panjang cenderung lebih sulit dipahami dibandingkan tulisan yang lebih pendek dan sederhana. Kalimat panjang berisiko menimbulkan tafsiran ganda dan pembaca sulit menangkap maksud utama penulis. Pada standar bahasa lugas, panjang kalimat yang ideal adalah 15 sampai 20 kata.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Mitos 8:</strong> <strong><em>Kita dapat </em></strong><strong><em>meniru</em></strong><strong><em> </em></strong><strong><em>gaya tulisan pihak lain</em></strong><strong><em> untuk menulis dokumen</em></strong><strong><em> organisasi yang berbeda.</em></strong></p>
<p><strong>Kenyatannya:</strong></p>
<p>Komunikasi sangat bergantung dengan kultur organisasi. Seperti halnya karakter desain yang merepresentasikan identitas sebuah organisasi, tulisan pun demikian halnya. Ada organisasi yang memang karakter tulisannya harus bernuansa formal, ada pula yang lebih tepat menggunakan karakter non formal. Selain itu pembaca juga menjadi faktor penentu gaya tulisan sebuah organisasi. Dengan demikian mengadopsi gaya bahasa organisasi bukanlah solusi yang tepat. Namun, lebih tepat menyepakati gaya tulisan sesuai misi dan visi organisasi. Kesepakatan mengenai gaya tulisan ini umumnya dituangkan dalan dokumen <em>house style.</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Mitos 9:</strong><strong> </strong><strong><em>Jangan gunakan template</em></strong><strong><em> untuk komunikas</em></strong><strong><em> rutin di kantor</em></strong>.<strong> </strong></p>
<p><strong>Kenyataannya:</strong></p>
<p><em>Template</em> sangat bermanfaat untuk korespondensi rutin. Contohnya, menjawab surat keluhan, membalas surat-surat resmi, hingga menyampaikan surat penawaran. Template membantu kita menghemat waktu karena kita bisa menggunakan format yang sama dari waktu ke waktu. Template juga membantu penulis menentukan informasi penting yang harus disampaikan. Tetapi template sebaiknya tidak digunakan untuk dokumen yang bersifat khusus.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Mitos 10:</strong> <strong><em>Serahkan tugas menulis pada pegawai yang sudah terbiasa, karena tidak semua orang mampu menulis</em></strong>.</p>
<p><strong>Kenyataannya: </strong><strong> </strong></p>
<p>Dalam lingkungan profesional, kemampuan menulis untuk berbagai keperluan menjadi kompetensi yang harus dimiliki seluruh pegawai. Meskipun anda mendapat tugas yang tidak berkaitan dengan menulis, tidak ada salahnya anda menyiapkan diri untuk antisipasi rotasi tanggung jawab atau tugas. Bahkan, jika anda memiliki asisten untuk korespondensi rutin, anda tetap harus menguasai komunikasi tulis yang baik agar dapat mengoreksi setiap dokumen.</p>
<p>Kemampuan menulis selayaknya dimiliki oleh siapapun, terutama anda yang berkecimpung di dunia profesional. Seperti halnya arsitek yang mengelola batu bata menjadi bangunan indah, dengan kemampuan menulis yang baik anda akan mampu mengolah berbagai data menjadi informasi yang mudah dipahami. Dan, semua itu diawali dengan keberanian anda memulainya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kabamedia.com/2012/03/bebaskan-dari-mitos-menulis-bag2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

